Filsafat Kalam

AKU BERFIKIR MAKA AKU ADA

Ungkapan ini berasal dari Rene Descartes. Seorang filsuf dan matematikawan Prancis. Sejenak diperhatikan, ungkapan ini tidak memiliki arti yang cukup mendalam. Namun dari segi filosofis, Descartes mengungkapkan kalimat ini setelah memperoleh kebenaran dengan cara meragukan segala sesuatu pada mulanya. Seseorang tidak akan mencapai derajat kebenaran tanpa melewati sebuah keadaan ragu terhadap sesuatu. Tidak ada yang pasti menurut Descartes, segalanya harus diragukan. Kenyataan ini menuntut pembuktian melalui pemikiran dan pembuktian, karena ragu merupakan langkah awal menuju sebuah kebenaran yang bisa dibuktikan secara empiris. Singkatnya, keraguan adalah sebuah pertanyaan dasar yang harus dijawab dan tahapan yang harus dilalui untuk memperoleh sebuah kebenaran.

(lebih…)


MANA YANG LEBIH DULU, ABU LAHAB ATAU SURAT AL-LAHAB?

Mungkin pernah terlintas di benak kita pertanyaan di atas, tapi tidak kita temukan jawabannya atau kita tidak mau memikirkannya. Sebetulnya pertanyaan seperti itu wajar saja muncul, karena antara pernyataan Al-Qur’an tentang celakanya Abu Lahab tentunya akan mengundang beberapa pertanyaan dan kemungkinan. Surat Al-Lahab turun bertepatan dengan peristiwa turunnya perintah untuk melakukan dakwah secara terang-terangan. Nabi lalu mengumpulkan kaum Quraisy dan mulai menyampaikan ajakan untuk memeluk agama Islam. Mendengar hal itu, Abu Lahab lantas berteriak, “celakalah engkau Muhammad, untuk inikah kamu mengumpulkan kami?” Kemudian turunlah surat Al-Lahab sebagai jawaban Allah bahwa Abu Lahab-lah yang celaka.

(lebih…)