Cinta dan Kehidupan

BELAJAR DARI PEMBERIAN TUHAN

Manusia merupakan salah satu makhluk ciptaan Tuhan yang paling mulia. Dia menganugerahkan akal dan hati kepadanya sebagai alat untuk bertahan hidup di dunia, sekaligus untuk mengenali keagungan penciptanya. Tuhan menginginkan kita untuk memanfaatkannya dengan baik, bukan hanya sekedar pembeda dengan makhluk ciptaan-Nya yang lain. Manusia seharusnya bersyukur terhadap karunia tersebut, karena tanpa keduanya manusia tidak akan memiliki arti apa-apa di hadapan manusia yang lain. Coba perhatikan orang gila yang telah kehilangan akalnya, orang-orang hampir tidak memperdulikannya bahkan tidak jarang mengejek lalu mengusirnya.

(lebih…)

Iklan

KENAPA HARI INI TIDAK KAU BERIKAN GELAS ITU

Pernah suatu hari Rasulullah Saw. pulang dari perjalanan jihad fisabilillah. Beliau pulang diiringi para sahabat. Di depan pintu gerbang kota Madinah nampak Aisyah sudah menunggu dengan penuh kangen. Rasa rindu kepada Rasulullah Saw. sudah sangat terasa. Akhirnya Rasulullah Saw. tiba juga di kota Madinah. Aisyah dengan sukacita menyambut kedatangan suami tercinta. Setelah tiba di rumah, Rasulullah Saw. beristirahat melepas lelah.

Aisyah di belakang rumah sibuk membuat minuman untuk Sang suami. Lalu minuman itupun disuguhkan kepada Rasulullah Saw. Beliau meminumnya perlahan hingga hampir menghabiskan minuman tersebut tiba-tiba Aisyah berkata “Wahai Rasulullah biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku, tapi kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu?”.

(lebih…)


ESENSI KEHIDUPAN ADALAH MEMBERI

Jika kita tau siapa diri kita, darimana berasal, untuk apa hidup di dunia, setelah itu mau kemana lagi melangkah/melanjutkan hidup, rasanya jika tiap diri ini sadar akan semua hal itu tak akan banyak kita temui keluh kesah dalam menjalani kehidupan ini.

Kehidupan ini sendiri adalah pemberian dari Sang Maha Pemberi. Saat kita dilahirkan ke dunia ini, kita pun mendapat pemberian kasih sayang dari orang tua. Bayangkan jika kita lahir tanpa ada orang yang memberi kasih sayang itu, niscaya kita takkan ada sampai saat ini. Semua hal yang kita manfaatkan dalam hidup ini adalah pemberian (taken for granted). Apa yang diberikan itu tanpa pamrih. Tanpa mengharap balasan.

(lebih…)


DINDA DI MANA?

Gelap masih menyelimuti lelap, bergelayut manja di pelupuk mata. Pulas, karena lelah lembur seharian mengalahkan dingin yang menelusup dari celah dinding. Hening, diselingi dengkuran halus yang silih berganti mengisi sunyi.

‘Uwaaa… uwaaa…,’ tangisan si kecil memecah sepi. Kaget ! Mata mengerjap, perasaan pun masih mengawang. Aah, si kecil ngompol rupanya. Popoknya sudah basah, pingin diganti.

‘Ma… ma… si kecil ngompol nih,’ berbisik perlahan, sambil tangan membangunkan istri yang tampak sangat lelah.

Uwaaa… uwaaa… lebih kencang. ‘Ma, bangun dong digantiin dulu tuh popoknya!’ lebih keras. Sedikit menggeliat, alhamdulillah… akhirnya bangun juga,

‘Bibik…!!!’ Lho???


(lebih…)


Will You Marry Me?

Gambar

Adinda, sejak aku mengenalmu, aku tak mampu memuji lagi.

Apa pun menjadi biasa dan wajar, karena kecantikanmu menjadikan apa pun pucat.

Aku seperti tak pernah menua, karena waktu membeku saat engkau tersenyum, dan ombak menenang takut mengusik kemerduan sapamu kepadaku.

Bagiku kesempurnaan tak cukup menggambarkan dirimu. (lebih…)


MIMPI SEPERTI APA YANG ANDA MILIKI?

Apakah Anda punya mimpi? Ya, setiap orang pasti punya mimpi dalam hidupnya. Bahkan mimpi tersebut dapat menjadi indikator bahwa seseorang masih ingin hidup lebih lama lagi. Mimpi yang tersebut menunjukkan bahwa masih ada harapan untuk memperbaiki kualitas hidup. Namun, mimpi saja tidak cukup. Mimpi hanya tinggal mimpi, jika Anda tidak melakukan apa-apa untuk menggapainya. Ketercapaian mimpi Anda tergantung sejauh mana usaha yang Anda lakukan untuk mewujudkannya. Misalkan, Anda bercita-cita memiliki rumah yang mewah dengan perabotan yang serba mahal dan bagus, mungkinkah akan tercapai jika Anda hanya duduk bermalas-malasan tanpa melakukan usaha yang berarti?

(lebih…)